Ciri-Ciri dan Bentuk serta Struktur Virus
Setelah mengetahui
sejarah penemuan virus, sekarang kita akan mengenal virus lebih dekat. Virus
memiliki ukuran yang sangat kecil dan struktur yang jauh lebih sederhana
dibandingkan sel makhluk hidup. Virus juga memiliki karakteristik yang unik
karena tidak tersusun atas sel dan hanya dapat memperbanyak diri
ketika berada di dalam sel makhluk hidup yang menjadi inangnya.
Mari kita mengenal virus melalui ciri-ciri, bentuk, dan strukturnya!
A. Ciri-Ciri Virus
Virus memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari organisme seluler seperti bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.
1. Berukuran sangat kecil
2. Tidak tersusun atas sel
Virus disebut sebagai
organisme aseluler, artinya virus tidak memiliki struktur sel.
Virus tidak memiliki:
1. membran sel seperti
sel pada umumnya,
2. sitoplasma,
3. ribosom,
4. organel sel seperti
mitokondria atau kloroplas.
Karena tidak memiliki struktur sel, virus memiliki sifat yang sangat berbeda dengan organisme seluler.
3. Memiliki materi genetik
Virus tetap memiliki
materi genetik yang berfungsi membawa informasi genetik.
Materi genetik virus
dapat berupa:
DNA atau RNA.
Namun, satu jenis virus pada umumnya memiliki salah satu jenis asam nukleat tersebut, bukan keduanya sebagai genom utama. Materi genetik inilah yang membawa informasi untuk pembentukan virus baru.
4. Memiliki kapsid
Materi genetik virus
dilindungi oleh lapisan protein yang disebut kapsid.
Kapsid tersusun atas subunit-subunit protein yang disebut kapsomer
.Fungsi kapsid antara
lain:
1. melindungi materi
genetik virus,
2. memberikan bentuk
pada virus,
3. membantu virus dalam
proses infeksi pada inang tertentu.
Materi genetik +
kapsid = nukleokapsid.
5. Sebagian virus memiliki selubung
Tidak semua virus
memiliki selubung. Beberapa virus mempunyai lapisan tambahan yang disebut envelope atau
selubung. Selubung ini umumnya berasal dari membran sel inang dan mengandung
protein atau glikoprotein virus.
Contoh virus yang
memiliki selubung adalah virus influenza dan HIV.
Sementara itu, beberapa virus seperti adenovirus dan virus mosaik tembakau (TMV) tidak memiliki envelope.
6. Tidak melakukan
metabolisme sendiri
Virus tidak memiliki
sistem metabolisme lengkap seperti organisme seluler.
Virus tidak memiliki ribosom dan berbagai perangkat sel yang diperlukan untuk menghasilkan protein sendiri. Oleh karena itu, virus memanfaatkan sistem metabolisme dan mesin molekuler sel inang.
7. Hanya dapat
bereplikasi di dalam sel hidup
Virus tidak dapat memperbanyak diri secara mandiri seperti bakteri yang dapat melakukan pembelahan sel. Virus harus masuk ke dalam sel inang dan menggunakan berbagai komponen sel tersebut untuk menghasilkan partikel virus baru. Karena itu, virus sering disebut sebagai parasit intraseluler obligat.
8. Memiliki inang
yang spesifik
Virus umumnya
memiliki jenis sel atau organisme tertentu yang dapat diinfeksinya.
Ada virus yang
menyerang:
🌱 tumbuhan
🐄 hewan
🧑 manusia
🦠 bakteri
Virus yang menginfeksi bakteri disebut bakteriofag atau fag.
B. Bentuk-Bentuk Virus
Virus memiliki bentuk
yang beragam. Bentuk tersebut berkaitan dengan susunan kapsid dan struktur
virus.
Beberapa bentuk virus yang dapat ditemukan antara lain:
1. Bentuk Heliks
Virus berbentuk
heliks memiliki kapsid yang tersusun seperti spiral atau uliran.
Contohnya adalah virus mosaik tembakau (TMV). Bentuknya menyerupai batang dengan susunan protein yang membungkus materi genetik.
2. Bentuk Polihedral
Virus polihedral
memiliki kapsid dengan banyak sisi. Salah satu bentuk yang umum adalah ikosahedral, yaitu struktur yang
memiliki 20 sisi berbentuk segitiga.
Contohnya dapat ditemukan pada adenovirus.
3. Bentuk Bulat atau Sferis
Beberapa virus tampak berbentuk bulat karena memiliki selubung atau envelope yang membungkus nukleokapsid. Contohnya adalah virus influenza. Perlu diperhatikan bahwa bentuk virus yang tampak bulat pada gambar tidak selalu berarti kapsidnya berbentuk bola. Bentuk keseluruhan partikel dapat dipengaruhi oleh keberadaan envelope.
4. Bentuk Kompleks
Beberapa virus
mempunyai struktur yang lebih kompleks dan tidak termasuk sederhana sebagai
heliks atau polihedral.
Contoh yang paling
terkenal adalah bakteriofag.
Bakteriofag memiliki
bagian seperti:
- kepala,
- leher,
- ekor,
- serabut ekor.
Struktur tersebut membantu bakteriofag mengenali dan menginfeksi bakteri.
C. Struktur Virus
Walaupun bentuk virus
beragam, secara umum virus memiliki komponen utama berupa:
1. Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan materi genetik virus. Materi genetik tersebut dapat berupa: DNA atau RNA. Fungsinya adalah membawa informasi genetik yang diperlukan dalam proses pembentukan virus baru.
2. Kapsid
Kapsid adalah selubung protein yang membungkus materi genetik virus. Kapsid tersusun atas unit-unit protein yang disebut kapsomer. Selain melindungi materi genetik, kapsid juga membantu menentukan bentuk virus.
3. Nukleokapsid
Nukleokapsid merupakan gabungan antara: asam nukleat + kapsid. Pada virus tertentu, nukleokapsid kemudian dibungkus lagi oleh envelope.
4. Envelope atau Selubung
Envelope merupakan lapisan tambahan yang dimiliki oleh sebagian virus. Envelope biasanya berasal dari membran sel inang yang diperoleh ketika virus keluar dari sel. Pada envelope dapat terdapat protein atau glikoprotein virus yang berperan dalam mengenali dan menempel pada sel inang.
5. Spike atau Glikoprotein
Pada beberapa virus
berselubung terdapat struktur seperti tonjolan yang disebut spike. Spike dapat
membantu virus mengenali dan menempel pada reseptor tertentu di permukaan sel
inang. Karena interaksi antara spike dan reseptor sangat spesifik, struktur ini
berhubungan dengan spesifisitas inang dan proses masuknya virus ke dalam sel.
D. Ringkasan
|
Aspek |
Keterangan |
|
Ukuran |
Sangat kecil, umumnya dalam
nanometer |
|
Struktur sel |
Aseluler |
|
Materi genetik |
DNA atau RNA |
|
Pelindung materi genetik |
Kapsid |
|
Penyusun kapsid |
Kapsomer |
|
Selubung |
Hanya dimiliki sebagian virus |
|
Perbanyakan |
Menggunakan sel inang |
|
Inang |
Tumbuhan, hewan, manusia, atau
bakteri |
|
Virus penginfeksi bakteri |
Bakteriofag |
|
Contoh bentuk |
Heliks, polihedral, sferis,
kompleks |
💡 Tahukah Kamu?
Virus sering berada
pada batas antara konsep makhluk hidup dan benda tak hidup.
Ketika berada di luar sel inang, virus tidak melakukan metabolisme dan tidak dapat memperbanyak diri. Namun, ketika berada di dalam sel inang, virus dapat menggunakan sistem sel tersebut untuk menghasilkan virus baru. Inilah salah satu alasan mengapa virus menjadi objek yang menarik untuk dipelajari dalam Biologi. 🦠🔬
🎯 Ayo Cek Pemahamanmu!
Coba jawab pertanyaan
berikut berdasarkan materi yang telah kamu baca:
1. Mengapa virus disebut
sebagai organisme aseluler?
2. Apa perbedaan kapsid
dan envelope?
3. Apa fungsi materi
genetik pada virus?
4. Mengapa virus disebut
sebagai parasit intraseluler obligat?
5. Apa yang dimaksud
dengan nukleokapsid?
6. Sebutkan tiga bentuk
virus beserta contohnya!
7. Mengapa tidak semua
virus memiliki envelope?
8. Mengapa struktur
spike penting bagi beberapa virus?
🤔 Pertanyaan Pemantik
Jika virus tidak
memiliki ribosom dan tidak mampu melakukan metabolisme sendiri, bagaimana virus
dapat menghasilkan virus-virus baru?
Pertanyaan ini akan
membawa kita ke materi berikutnya:
🔄Replikasi Virus: Bagaimana Virus Memperbanyak Diri?
Pada materi
selanjutnya kita akan mempelajari siklus litik dan siklus lisogenik serta bagaimana
virus mengambil alih sistem sel inangnya untuk menghasilkan virus baru



Posting Komentar untuk "Ciri-Ciri dan Bentuk serta Struktur Virus"
Posting Komentar